Pondok Pesantren Nurul Huda Karanganyar 50 th Lebih, Menecerdaskan Kehidupan Bangsa
Pendidikan Pesantren merupakan model pendidika tertua di Indonesia. Banyak peran dalam berproses mencerdaskan kehidupan bangsa yg dimulai jauh sebelum Indonesia Merdeka bahkan sejak zaman Wali songo yang kala dikenal istilah padepokan.
KH. Zaenal Arifin seletah mengenyam pendidikan pondok pesantren di lewosari indihiyang Tasik Malaya, sekitar tahun 1970an memulai mengajarkan ilmu agama meneruskan dari para Kyai sebelumnya yang telah membentuk lembaga non formal dengan sebutan SAKOLA ARAB, hingga kelak menjadi Pondok Pesantren Nurul Huda yang masih eksis hingga Saat Ini.
TUMBILA
Bangunan non permanen terbuat dari bilik bambu, didirikan didepan Masjid hingga tahun 1980an. Pada tahun 1985 mendirikan asrama putra 2 lantai, bagian bawah terdiri dari 2 ruang yang digunakan untuk tempat belajar para santri dan majelis ta'lim untuk masyarakat. Untuk lantai 2 anya terdiri dari 9 kamar yang digunakan untuk asrama menginap santri putra yang berasal dari Luar pulau seperti Lampung namun santri berasal dari daerah setempatpun dorong untuk menginap dengan harapan bisa belajar setiap saat. Sejak itu lembaga ini mulai mengenalkan pondok pesantren di Karanganyar dengan nama NURUL HUDA dengan niatan tafaulan dan berharap berkah dari Pondok Pesantren yang ada di Tasik Malaya sebagai tempat guru kita menimba Ilmu. Dari ruangan berukuran 2,5 x 3 tersebut santri bermutola'ah, belajar menghafal (Sunda: Talaran) kitab ditemani serengga kecil yang kita kenal Tumbila.
Berkah pesantren yang kita cintai ini akhirnya kita mengenal Tauhid, Fikih, Nahwu, hingga akhlak yang rahmatallil'alamiin yang diajarkan oleh guru guru kita dibawah asuhan KH. Zainal Arifin yang kini masih aktif sebagai wakil Ro'is Syuriyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Karangpucung.

Post a Comment for "Pondok Pesantren Nurul Huda Karanganyar 50 th Lebih, Menecerdaskan Kehidupan Bangsa"